Rabu, 19 Juni 2024

MENGOBATI RINDU ANAK ISTRI

 Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Salam pembuka, semoga Ridho Allah Subhana Wata'ala senantiasa menyertai setiap hembusan nafas kita. Aamiin.

Pada hari ini, Rabu, 12 Juni 2024, lampu digital yang berbentuk angka tepat di atas antara dua kursi penumpang paling depan, persisnya di atas lorong jalan menuju sopir dari tempat saya duduk menunjukkan angka 19.05 WIB, saat itu pulalah saya memulai menulis cerita ini.

Kali ini saya ingin menceritakan gambaran kebahagiaan yang saya alami saat ini, karena pada malam ini Allah Ridhoi saya melakukan sebuah perjalan untuk mengobati rindu pada anak dan istri.

Malam ini saya memulai perjalanan dari rumah mungin yang saya dan dua orang teman saya kontrak bersama pada pukul 18.10. Saya diantar salah seorang teman saya ke simpang jalan untuk menunggu bus keberangkatan 18.30 WIB. Sesuai jadwal saya pun mulai naik bus dan memilih duduk di kursi sebelah kanan dekat jendela, kira-kira 4 kursi antara saya dengan sopir.



Perjalanan ini dimulai dari Kabupaten Kuningan tepatnya Desa Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus menuju Lebak Bulus kemudian melanjutkan ke Bandara Sukarno Hata langsung ke Tanjungpinang.

Agenda kepulangan saya ini, selain untuk mengobati rindu pada keluarga kecil saya yang tinggalnya berpisah untuk beberapa bulan lamanya, juga untuk menghadiri kegiatan sekolah anak saya dan tentunya merayakan hari raya Idul Adha bersama keluarga di rumah.

Sebelum keberangkatan ini, saya mengalami tiga momen yang menjadi pelajaran buat saya. Memang, jauh-jauh hari rencana perjalan ini sudah saya pikirkan dan sudah dibicarakan bersama istri. Namun karena kendala biaya (harga tiket pesawat) yang mahal menjadi salah satu pembahasan penting, kedua terkait perizinan.


Informasi Unggulan

MENGOBATI RINDU ANAK ISTRI

 Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatu Salam pembuka, semoga Ridho Allah Subhana Wata'ala senantiasa menyertai setiap hembusan ...