
Kamis, 17 September 2020
KAMI JUGA INGIN MELIHAT DUNIA

Cerita tentang hidup saat Pandemi Covid-19 dan Adek yang bercita-cita kuliah S2
Corona Virus atau disebut Covid-19 pertama kita dengar pada tahun 2019 akhir, tepatnya berasal dari negara jiran atau negara tirai bambu itu. Namun pada Maret tahun 2019 Virus ini diberitakan mulai menjangkit di Indonesi. Hingga pada bulan September ini sudah mencapai 632.628 terkonfirmasi positif Covid-19 dengan jumlah penyebaran lebih dari 3.000 orang/hari sebagaimana dimuat di situs covid-19.go.id.
Dikarenakan pandemi Covid-19 ini, aktifitas masyarakat jadi terganggu. Baik aktifitas ibadah, kerja, sekolah, dan aktifitas lainnya. Karena masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan yang diterbitkan oleh pemerintah. Dengan kondisi ini pula masyarakat harus menetap di rumah, ada yang berhenti atau diberhentikan dari pekerjaan, ada yang tidak memilik penghasilan lagi, tidak bisa bertemu teman sebangku disekolah. Bermacam kondisi dan keluhan masyarakat terhadap keadaan karena pandemi ini.
Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah, baik dengan himbauan protokol kesehatan, membatasi keluar masuk daerah tertentu dan dengan serius menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Pemerintah berupaya memberikan bantuan kebutuhan pangan, dan program-program lainnya.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam kondisi terpuruk dari segi ekonomi, sosial, dan pendidikan, saat itu pula bermunculan ide-ide kreatif baru, cara hidup baru dan pola aktivitas baru. Pada saat pandemi ini pulalah kegiatan komunikasi bergambar jarak jauh mulai dikenalkan. Yaaaaa.. Zoom, itulah aplikasi yang menjadi alih kegiatan tatap muka yang dilakukan selama ini. Orang-orang dapat bertemu melalui aplikasi ini, berbincang bercerita atau bahkan berbagi ilmu.
Instansi tempat saya bekerja misalnya, kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka dan membutuhkan biaya atau akomodasi yang banyak, kini cukup dengan modal sedikit tujuan sudah tersampaikan. Misalnya kegiatan seminar, Bimbingan Teknis, Workshop, dan kegiatan lainnya. Banyak instansi lain yang membuat rangkaian kegiatan seminar berbasis aplikasi ini, sampai jadwal satu harian penuh dengan mengikuti seminar online, bahkan hari Sabtu dan Minggu pun masih dipakai untuk mengikutinya. Alamaaakkkkkk, jangan bilang demi sertifikat.. hahahahahahaha
Kondisi ini pulalah yang mengajarkan kita untuk menghargai kebersihan, kesehatan, pertemuan, rindu, dan waktu.
Dengan kondisi pandemi ini, mulai dari pertengahan bulan Maret 2019 sampai bulan September / sekarang ini banyak hal-hal yang dilalui dan dilihat. Misalnya, rencana aqiqah anak di kampung tidak jadi, rencana pulang kampung / mudik lebaran tidak jadi, rencana wisuda adek tidak jadi. Keluar kota juga tidak bisa, ingin berlibur dengan keluarga juga jadi terkendala.
Teringat adek yang tidak jadi wisuda. Namanya Hasnan Habib Harahap, dia kelahiran tahun 1998, kuliah di IAIN Padangsidimpuan mengambil jurusan Perbankan Syariah. Pada bulan Maret dia sudah menyelesaikan Seminar Hasil, dan tinggal menunggu wisuda yang direncanakan bulan Juli 2020. Dia orangnya cukup aktif dalam kegiatan sosial, ikut event-event daerah dan nasional. Dibanding saya semasa kuliah perjalan hidupnya lebih banyak dari saya. Semasa kuliah dia sudah pernah ke Bengkulu, ke Malaysia, Jakarta, Malang, Yogyakarta, dan tempat lainnya.
Kebiasaan dia ikut acara dan event seperti ini dimulai sejak duduk di bangku tingkat Tsanawiyah. Dia sekolah di salah satu Pondok Pesantren Swasta yaitu Pesantren Nurul Falah Tamosu desa Panompuan. Acara yang sering dia ikuti adalah MTQ di bidang lomba Pidato dan Syahril Al-Qur'an, dan pernah juga Khot Al-Qur'an. Jenjang lomba yang diikuti mulai dari tingkat sekolah, MTQ tingkat Kecamatan dan tingkat Kabupaten. Tidak jarang dia membawa piala dan piagam atas capaian juara I, II dan III.
Dia Hasnan selalu kami support agar melanjutkan S-2 setelah lulus dari IAIN Padangsidimpuan. Dan dia sangat berminat melanjutkan ke jenjang Pasca Sarjana itu dan beberapa persiapan sudah ditargetnya dan dirintis berlahan sejak akhir tahun 2019 itu sebelum dia seminar hasil. Mulai mengikuti kegiatan sosial dengan membuat kelompok bernama SALAQ, dan ikut kegiatan-kegiatan lain. Bahkan untuk memperlancar bahasa Inggrisnya dia berencana jalan-jalan ke kampung Inggris yang terletak di daerah pulau Jawa sebelum puasa Ramadhan kemaren.
Atas kehendak Allah Subaha Wata'ala, dengan adanya pandemi ini, semua rencananya tertunda, angan-angannya buyar. Rencanya akan lanjut kuliah pada tahun ini jelas batal, yang rencana wisudanya bulan Juli kemaren bahkan sampai bulan September ini belum juga. Dia yang harusnya banyak bergiat sosial, mencari informasi diluar dan berinteraksi dengan publik kini, karena keadaan saya hanya bisa mengatakan sabar kepadanya. Dan kini dia harus tertahan di rumah, mendekap di kampung yang jauh dari lalu lintas roda dua dan empat, jauh dari jangkauan orang. Yang ketika teriakan dari dalam sana tidak didengar oleh mereka yang duduk di kursi wakil rakyatnya.
Penulis:
Faisal Kurnia Harahap
-
Evaluasi Penyuluhan Pertanian Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang penting bila dilihat dari segi manfaat sebagai upaya memperbaiki dan ...
-
Pada umumnya perbanyakan tanaman dilakukan dengan cara vegetatif dan generatif. Demikian halnya pada tanaman salak, kebanyakan masyarakat m...
Informasi Unggulan
MENGOBATI RINDU ANAK ISTRI
Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatu Salam pembuka, semoga Ridho Allah Subhana Wata'ala senantiasa menyertai setiap hembusan ...


